Berbagai tempat rekreasi,  Jelajah Wisata Indonesia,  Keliling Indonesia,  Tempat rekreasi terkenal,  Tempat Wisata Indonesia,  Tempat wisata paling bagus,  Wisata Keliling Indonesia,  Wisata Nusantara

Tirta Empul

Tirta Empul

Membicarakan soal objek wisata di Bali memang takkan pernah ada selesainya. Selain objek bernuansa alam seperti pantai, danau, dan air terjun, Pulau Dewata Bali juga punya banyak situs budaya yang tak kalah asyik untuk dikunjungi. Dan luar biasanya situs budaya ini semuanya masih aktif. Berbeda sama situs budaya sejarah di jawa, banyak yang sudah tidak aktif lagi. Salah satunya adalah Pura Tirta Empul yang berada di kawasan Manukaya, Tampaksiring.

Pura Tirta Empul tampaksiring merupakan sebuah pura kuno yang hingga kini masih kokoh berdiri di Bali. Pura tirta empul didirikan pada tahun 926 Masehi, pura Hindhu ini diklaim sebagai salah satu yang terbesar dan tersibuk di Indonesia. Jika dilihat dari arsitektur dan relief yang ada di dalamnya, Tirta Empul konon dibangun khusus sebagai bentuk dedikasi pada Dewa Air Wisnu. Pura ini bersebelahan dengan istana kepresidenan tampak siring.

baca juga : Merapi Park

Tiket Masuk Pura Tirta Empul

Untuk dapat memasuki areal kawasan wisata pura Tirta Empul, setiap pengunjung akan dikenakan biaya tiket masuk. Harga tiket masuk objek wisata pura Tirta Empul sebesar 30 ribu. Ini merupakan harga baru yang mulai berlaku sejak Januari 2019. Sebelumnya tiket masuknya hanya 15 ribu.

Halaman Tengah

Halaman tengah Tirta Empul adalah ruang terbuka besar di lantainya terbuat dari batu yang ditata seperti tegel. Halamannya tertutup pada tiga sisi oleh dinding batu besar. Mendominasi sisi kanan halaman adalah Wantilan terbuka besar.

Wisatawan berbaur dalam kelompok-kelompok kecil di sekitar halaman dan penjual lokal berkumpul untuk menawarkan pisang kecil kepada wisatawan. Di ujung halaman ada dua pintu besar yang dibangun ke dinding. Jika Anda berjalan melewati pintu ini, Anda tiba di halaman dalam.

Jaba Tengah

Jaba Tengah adalah bagian paling terkenal dari candi Tirta Empul. Bagian ini berisi dua kolam pemurnian. Air di kolam diyakini memiliki kekuatan magis dan orang Bali lokal datang ke sini untuk menyucikan diri di bawah 30 pancuran air.

Turis dari setiap negara berdiri di sepanjang tepi kolam mengambil foto. Umat  Hindu setempat berdiri dalam barisan panjang berliku di kolam, menunggu giliran untuk menundukkan kepala mereka di bawah semburan air pancuran.

Mereka sedang melaksanakan ritual pemurnian, yang dalam bahasa setempat disebut Melukat. Melukat dimulai dari pancuran sebelah kiri. Setelah mereka membersihkan diri di bawah pancuran, pertama mereka bergabung dengan antrian berikutnya untuk melakukan hal yang sama di pancuran sebelah kanannya. Mereka melanjutkan proses ini sampai mereka telah dibersihkan di bawah masing-masing dari semua pancuran yang ada.

baca juga : Taman Bunga Nusantara

Jeroan

Selanjutnya, setelah kolam pemurnian pengunjung kaan memasuki bagian terakhir dari pura Tirta Empul, yaitu Jeroan.  Jeroan, atau bisa disebut dengan utama mandala, meruakan bagian inti dari pura tirta empul. Itu adalah tempat yang bagus untuk mengunjungi dan bersantai setelah kesibukan kolam pemurnian.

Jeroan dalam adalah tempat orang datang untuk sembahyang. Bagian depan jeroan didominasi oleh mata air besar yang menjadi sumber bagi pancuran air pemurnian di Jaba tengah. Kolam ini dipenuhi dengan ganggang hijau dan ikan kecil berenang di antaraganggang. Di belakang mata air, ada pelinggih (bangunan pura)  Hindu yang besar.

Jeroan ini  bagus untuk dijelajahi dan hunting foto. Pura didekorasi dengan cerah, yang kontras dengan pakaian putih khas Bali yang datang untuk berdoa. Ini adalah tempat yang bagus untuk mengambil foto atau hanya duduk dan bersantai selama beberapa menit.

Kolam Koi

Ketika kita keluar dari pura  Tirta Empul, kita akan melewati bagian terakhir, yaitu kolam koi besar. Bagian pura ini dikelilingi oleh tembok bergaya bali pada keempat sisinya. Suasana di sini memberikan suasana yang tenang dan santai. Ikan Koi yang sehat sehat berenang malas di kolam menunggu lemparan makanan dari para wisatawan.

Di sisi kanan kolam terdapat deretan kios kecil yang menjual campuran pernak-pernik wisata yang biasa ada di bali.