Uncategorized

Telaga Rambut Monte

Telaga Rambut Monte

Menjelajahi Blitar tidak hanya sebatas pada Makam Bung Karno saja. Ada banyak tempat wisata alam di Blitar yang sayang jika dilewatkan begitu saja. Salah satu wisata alam di Blitar yang penuh pesona adalah Rambut Monte. Wisata alam berupa telaga dengan keindahan yang berbalut legenda mistis. Telaga ini memiliki pemandangan yang menakjubkan, berupa air telaga yang berwarna biru. Di dalamnya terdapat ikan misterius yang diyakini adalah ikan purba. Tidak hanya itu, lokasinya yang berada di tengah hutan menjadikan objek wisata ini begitu sejuk. Jauh dari polusi dan memiliki suasana yang sangat tenang.

Pengunjung dapat berwisata di telaga ini setiap harinya, karena dibuka dari pagi hingga sore. Meskipun ada beberapa pengunjung yang datang di luar jam operasional. Biasanya, mereka adalah orang yang memiliki hajat atau tujuan tertentu yang datang di luar jam operasional. Keindahan alam Rambut Monte dapat dinikmati dengan biaya yang sangat terjangkau. Pengunjung pun dikenakan tiket yang sama meski di akhir pekan atau di hari libur. Objek wisata telaga ini berada di kaki Gunung Kawi, Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar. Berjarak kurang lebih 30 kilometer dari pusat Kota Blitar.

baca juga : Perkebunan Teh Sirah Kencong

Begitu memasuki kawasan Rambut Monte, suasana hutan akan menyambut dengan ketenangan. Tidak ada teriakan atau riuh suara wisatawan lain yang mengunjungi. Justru, tempat wisata ini memiliki suasana yang tenang dan menenangkan. Meskipun berupa telaga, jangan mengharapkan wisata air seperti perahu, karena tempat ini bertujuan menyuguhkan keindahan.

Memasuki kawasan telaga, pengunjung akan dibuat takjub dengan sebuah telaga berair sangat jernih. Bahkan, jernihnya air telaga semakin indah karena ada bagian telaga yang berwarna biru. Pengunjung pun dapat menyaksikan dasar dari telaga tersebut, yang berupa pasir lembut dan halus. Tak hanya itu, tampak juga batang kayu yang tumbang dan kini menjadi penghuni dasar telaga. Memang terlihat dangkal, namun jika dimasuki ternyata telaga begitu dalam. Karena pasir hisap yang ada di dasar telaga, sehingga tidak dianjurkan berenang di telaga tersebut. Suasana semakin lengkap karena di sekitar telaga terdapat hutan pinus yang begitu indah. Jajaran pohon pinus ini memantul dengan jelas di permukaan air, menciptakan kombinasi pemandangan begitu indah.

baca juga : Istana Gebang

Indahnya telaga berair biru ini seolah tak ada habisnya. Apalagi, telaga ini menjadi habitat ikan purba yang begitu langka. Bahkan, keberadaan ikan ini dipercaya masyarakat sekitar sebagai jelmaan dewa, karena keunikan dan keanehannya. Masyarakat sekitar menyebut ikan ini sebagai ikan sengkaring. Ikan sengkaring yang ada di telaga ini memiliki warna abu – abu kehitaman. Sisiknya tegas dengan kepala yang lebih besar dari badannya, serta sekitar mulut terdapat sulur. Panjang ikan ini mencapai kurang lebih 30 sentimeter, dan jumlahnya diperkirakan sekitar 100 ekor. Uniknya, jumlah ikan di sini tetap, tidak pernah bertambah ataupun berkurang.

Legenda yang berkembang di masyarakat bahwa ikan sengkaring di sini adalah jelmaan dari dewa. Oleh karena itu, siapapun dilarang untuk menangkap serta mengkonsumsi ikan di sini. Konon, ada yang menangkap ikan ini dan membawa pulang, di perjalanan orang tersebut mengalami kecelakaan. Ada juga yang memasaknya, namun ikan berubah menjadi minyak dan mengeluarkan amis darah yang menyengat.