Uncategorized

Tebing Simasolpa

Tebing Simasolpa

Mitos mengatakan bahwa Tebing Simarsolpa ini angker. Tapi ternyata mitos itu tidak pernah menyurutkan minat para pemanjat Tebing untuk terus memanjatnya. Dolok Simarsolpa, demikian penduduk sekitar menyebutnya. Dalam bahasa Simalungun, Dolok artinya gunung. Dolok Simarsolpa terletak di Dusun Duren Bauggal, Desa Sindar Raya, Kecamatan Raya Kahean, Simalungun, Sumatera Utara. Duren Bauddal adalah sebuah dusun yang agak terpencil di antara perkebunan sawit. Jaraknya sekitar satu jam perjalanan kaki dari Desa Sindar Raya yang sudah cukup ramai. Selain penduduk asli setempat, daerah ini juga banyak dihuni masyarakat asal Pulau Jawa yang dulu datang bertransmigrasi.

Di sisi timur Dolok Simarsolpa terletak tebing terjal menjulang setinggi 250 meter. Tebing yang dikelilingi Bukit Barisan ini kerap menjadi incaran pemanjat tebing yang berkunjung ke Sumatera Utara. Bagian bawah tebing berlumut dan licin karena tertutup pepohonan lebat membentuk kanopi. Cacat tebingnya bervariasi, dari cerukan panjang mirip talang air sampai beberapa crack (rekahan). Pengaman yang banyak digunakan terutama sisip pegas (friend) dan beberapa buah piton (paku tebing). Juga terdapat banger pada tiap pitch (titik perhentian sementara). Di bagian tengah terdapat tiga buah gua kecil yang cocok untuk menginap jika menggunakan pemanjatan alpine. Puncak tebing berupa hutan lebat yang didominasi tumbuhan bambu. Secara keseluruhan grade (tingkat kesulitan) rute pemanjatan di Simarsolpa adalah 5.8 menurut versi Amerika.

baca juga : Batu Gantung

Tebing Simarsolpa terletak di tengah perkebunan kelapa sawit, tepat di belakang rumah Pak Wir, seorang lelaki berkelahiran Solo, Jawa Tengah, yang telah puluhan tahun menetap di dusun ini. Di rumah Pak Wir biasanya para pemanjat yang ingin menaklukkan tebing Simarsolpa menginap. Rumah kayu yang berlantai tanah ini sering disulap menjadi base camp yang ramai oleh pemanjat. Apabila anda berniat memanjat Tebing Simarsolpa, di awal pemanjatan terdapat cerukan panjang mirip crack sampai pitch 1. Bentuk crack seperti ini yang biasanya menjadi santapan nikmat saat memanjat karena tidak banyak tenaga yang harus dikeluarkan, tapi lebih mengandalkan teknik keseimbangan.

Setelah pitch 1, jalur pemanjatan berupa face nyaris tanpa crack menuju pitch 2. Pitch 2 merupakan tempat yang asik untuk istirahat makan siang sambil menikmati alam Simalungun dan deretan pegunungan Bukit Barisan. Apabila anda kebetulan membawa kamera, sesekali anda bisa membidik kawanan burung rangkong yang melintas. Jika anda sudah sampai di pitch 5 maka anda dapat leluasa melihat puncak tebing yang jaraknya hanya sekitar 40 meter. Bentuk permukaannya bervariasi, dari vertical (tegak lurus 90°), overhang (menggantung) dan slab (kemiringan 70°-80°). Titik overhang ini yang biasanya sulit dilalui. Namun, asal punya sedikit nyali semua jadi diatasi.

baca juga : Pulau Berhala

Untuk tiba di Dusun Duren Bauggal, pengunjung dapat memulai perjalanannya dari kota Medan. Dari Medan, dapat menggunakan kendaraan umum jenis Colt L-300 menuju Pasar Sakti, Tebing Tinggi. Pasar Sakti adalah kota terakhir sebelum kita memasuki desa Sindar Raya. Dari Pasar Sakti berganti angkutan bus ukuran tiga perempat yang langsung dapat mengantarkan kita ke Desa Sindar Raya. Selama perjalanan Pasar Sakti -Tebing Tinggi, kita akan disuguhkan pemandangan perkebunan kelapa sawit yang tertata rapi dan eloknya alam Simalungun. Sesekali terlihatkumpulan penduduk yang banyak meluangkan waktu di kedai-kedai kopi. Desa Sindar Raya bukan tempat perhentian terakhir. Dari sini harus berjalan menuju Duren Bauggal sekitar satu jam lebih. Namun, jika beruntung akan ada kenderaan menuju Dusun Duren Bauggal dengan hanya sepuluh menit perjalanan.

Dolok Simarsolpa, kini tidak sebaik dulu lagi. Tatanan rapi kebun sawit di kaki tebing adalah hasil bongkaran hutan yang dulu masih lebat, populasi burung rangkong dan walet menurut cerita penduduk, tidak sebanyak lima-enam tahun lalu. Titik-titik api masih sering kelihatan membara memusnahkan lebatnya hutan untuk dijadikan perkebunan. Dan yang paling mengerikan tebing celah timur Dolok Simarsolpa mungkin akan lenyap digusur dinamit akibat rencana penghancurannya. Batu-batu tebing khabarnya akan digunakan untuk pembangunan bandara Kuala Namu di Deli Serdang.