Uncategorized

Taman Budaya Dago

Taman Budaya Dago

Awalnya merupakan tempat untuk minum teh dan makan, belakangan tempat ini diubah menjadi Taman Budaya Provinsi Jawa Barat. Taman budaya ini didirikan sebagai pusat kebudayaan Jawa Barat atau cagar budaya. Di tempat inilah sering diadakan pertunjukan seni tradisional dan teater terbuka.

Tempat ini difasilitasi juga dengan ruang workshop untuk berbagai kegiatan seni dan budaya. Budaya tradisional yang sering ditampilkan tidak hanya budaya Sunda saja, tapi sering pula budaya dari masyarakat di seluruh nusantara, bahkan budaya mancanegara pun juga terkadang ditampilkan di tempat ini. Lembaga-lembaga yang menaungi budaya mancanegara dalam negeri seperti Goethe—Institut, Centre Cultural Francais (CCF), dan Japan Foundation sering ikut berkontribusi dalam pertunjukan di Taman Budaya Dago.

baca juga : Situ Cileunca

Fasilitas yang tersedia di Taman Budaya Dago ialah pertunjukkan seni budaya, gedung teater tertutup dan terbuka, cafetaria untuk nongkrong, taman teater, galeri seni budaya, sanggar tari, dan wisma seni. Dikarenakan tempat ini begitu populer untuk masyarakat, maka sering diadakan acara pameran dan seminar budaya di tempat ini. Kepopulerannya memang sudah terjadi sejak jaman Belanda. Kawasan Dago merupakan kawasan yang digemari wisatawan karena lingkungannya yang asri dan sejuk.

Ada banyak tempat wisata, seperti Curug Dago maupun hutan lindung yang dikenal dengan nama Taman Hutan Raya dan berbagai vila tempat menginap juga dibangun di kawasan ini. Kemudahan kuliner juga menjadi daya tarik tersendiri. Ada pula tempat uji nyali dalam acara susur Goa Jepang atau Goa Belanda. Di tempat ini, juga terdapat bangunan yang masih bertahan sejak jaman Belanda, yakni Dago Tea House, dulu dikenal dengan nama de Technische Hoogeschool te Bandung (THB).

baca juga : Taman Hutan Jaya Giri

Dago Tea House terletak di kawasan Dago pada ketinggian 600 meter di atas permukaan laut. Untuk masuk ke area Dago Tea House Anda hanya perlu membayar tiket masuk seharga Rp 1.000,- per orang.  Tempat inilah yang kini disebut dengan nama balai pengelolaan Taman Budaya Provinsi Jawa Barat.

Bangunan Taman Budaya Dago terdiri atas Panggung Terbuka, Teater Taman, Galeri Pameran, Sanggar Seni Tari, Perpustakaan, Cindera Mata, Boga Kuring. Panggung terbuka merupakan bangunan utama yang memiliki panggung dengan kapasitas tempat duduk hingga 1200 penonton. Untuk tempat duduknya, terbagi atas dua tribun, yakni tribun atas dan tribun bawah. Sebagai panggung terbuka tentunya penonton dapat menikmati pertunjukkan dilatarbelakangi dengan pamandangan sekitar.

Teater Taman sifat dan fungsinya sama dengan Panggung Terbuka hanya ukurannya yang lebih kecil. Galeri Pameran merupakan tempat khusus yang disediakan pengelola bagi para seniman yang ingin menunjukkan hasil karyanya pada publik. Di ruangan ini sering terjadi diskusi budaya. Ruangan galeri pameran terdiri atas dua ruangan, yakni ruang depan dan belakang. Dahulu ruang galeri ini dimanfaatkan sebagai tempat minum teh sehingga disebut Roemah Teh. Sanggar Seni tari merupakan tempat yang difungsikan sebagai pusat latihan tari Jawa Barat. Perpustakaan tentu saja tempatnya menyimpan berbagai koleksi buku-buku seni dan budaya. Sedangkan Cindera Mata selalu terkait dengan buah tangan. Di sana, cindera mata yang tersedia tentu saja khas Jawa Barat, seperti kerajinan tangan, lukisan, wayang golek, dan lain-lain.

Silahkan saja kunjungi Taman Budaya Dago setiap hari. Taman ini beralamat di Jalan Bukit Dago Selatan No 53A, Bandung. Untuk mencapai tempat ini dengan kendaraan pribadi, Anda dapat keluar dari pintu tol Pasteur melewati Flyover Pasupati dan turun ke Jalan Ir. H. Juanda (Dago). Lurus ke arah Simpang Dago, lurus terus sampai Anda menemukan perempatan, dari sana ambil jalan lurus. Kira-kira lima belas menit kemudian dari perempatan jalan itu Anda akan menemukan tempat ini. Taman Budaya Dago ada di pinggir jalan.