Berbagai tempat rekreasi,  Jelajah Wisata Indonesia,  Tempat hiburan malam,  Tempat rekreasi terkenal,  Tempat Wisata Indonesia,  Tempat wisata paling bagus

Sejarah dan Perkembangan Kota Riau

Sejarah dan Perkembangan Kota Riau – Riau merupakan salah satu provinsi terbesar di pulau Sumatera dengan beragam kultur budaya khas melayu yang sangat kuat. Di provinsi ini, kekuatan sejarah dan akulturasi budaya menjadi ciri khas pembeda dengan provinsi lain.

Sejarah Kota Pekanbaru sebagai Ibu Kota Riau

Sejarah kota riau

Awalnya, Kota Pekanbaru merupakan daerah yang dikenal dengan sebutan “Senapelan“. Seiring dengan berjalannya waktu, kota ini terus bertumbuh dan berkembang menjadi Dusun Payung Sekaki di sekitar muara Sungai Siak. Berdasarkan catatan yang dibuat Imam Suhil Siak, Senapelan yang kemudian populerdengan sebutan Pekanbaru resmi didirikan tanggal 23 Juni 1784 oleh Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazamsyah di bawah pemerintahan Sultan Yahya dari Kerajaan Siak Sri Indra Pura. Hingga saat ini, tanggal tersebut masih diperingati sebagai hari jadi Kota Pekanbaru.

Pada tahun 1958, pemerintah pusat menetapkan Kota Pekanbaru sebagai ibu kota Provinsi Riau secara permanen. Sebelum tahun 1960, luas Pekanbaru hanya seukuran 16 kilometer persegi. Namun, ukuran tersebut terus berkembang hingga pada tahun 1965 mencapai 446,5 kilometer persegi.

Berlokasi di tengah pulau Sumatera, Provinsi Riau kini menjadi salah satu kawasan paling strategis dengan percepatan pembangunan yang sangat baik. Untuk mengetahui info lengkap tentang Riau dan ibu kotanya.

Baca Juga Artikel Kami yang Lain : Ombak Bono Sungai Kampar Riau

Awalnya, Riau merupakan kawasan yang berada di Provinsi Sumatera Tengah bersama Sumatera Barat dan Jambi. Sayangnya, pemekaran kawasan tersebut tidak berdampak signifikan bagi pembangunan Riau di berbagai sektor. Hingga akhirnya masyarakat Riau berinisiatif mendirikan provinsi baru, dan melepaskan diri dari provinsi Sumatera Barat dan Jambi.

Kongres Pemuda Riau

Gerakan tersebut dimulai dengan Kongres Pemuda Riau (KPR) I pada tanggal 17 Oktober 1954 di Kota Pekanbaru. Kongres pertama tersebut menjadi momen awal terbentuknya Badan Kongres Pemuda Riau (BKPR) pada tanggal 27 Desember 1954.

Pada tanggal 25 Februari 1955, sidang pleno Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sementara (DPRDS) Bengkalis merumuskan bahan-bahan konferensi Desentralisasi /DPRDS/ DPDS se-Indonesia yang diadakan di Bandung tanggal 10 hingga 14 Maret 1955. Keputusan konferensi tersebut menyatakan bahwa Riau sah menjadi provinsi mandiri terhitung sejak 7 Agustus 1957.

Perkembangan Provinsi Riau selanjutnya diputuskan pada Kongres Rakyat Riau (KRR) yang diadakan pada tanggal 31 Januari hingga 2 Februari 1956. KKR menjadi wadah bagi Provinsi Riau untuk menyatakan :

Baca Juga Artikel Kami yang Lain : Keindahan Pulau Riau Yang Menyentuh Hati

  • Keinginan agar Kabupaten Kampar, Bengkalis, Indragiri, dan Kepulauan Riau dijadikan daerah otonomi tingkat satu.
  • Niat supaya Bangsa Indonesia bersedia tinggal dan mencari nafkah di Riau tanpa memandang perbedaan suku.
  • Implementasi berbagai usaha untuk mewujudkan tujuan Provinsi Riau.
  • Tuntutan agar pembentukan Provinsi Riau disamakan dengan pembentukan berbagai provinsi di Aceh, Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Sulawesi.

Mengintip Perkembangan Kota Pekanbaru

Perkembangan Kota Pekanbaru

Kota Pekanbaru saat ini berkembang pesat sebagai salah satu kota besar di tanah air. Selain menjadi pusat pemerintahan Provinsi Riau, Pekanbaru juga memiliki berbagai objek wisata dengan daya tarik yang istimewa. Ada beberapa objek wisata yang wajib untuk dikunjungi jika anda sedang berlibur di Pekanbaru.