Berbagai tempat rekreasi,  Jelajah Wisata Indonesia,  Keliling Indonesia,  Tempat rekreasi terkenal,  Tempat Wisata Indonesia,  Tempat wisata paling bagus,  Wisata Nusantara

Pura Parahyangan Bogor

Pura Parahyangan Bogor

Pura Parahyangan Agung Jagatkartta yang artinya “Tempat yang indah dan mulia istana Tuhan Yang Maha Agung” ini sangat indah. Pura ini memiliki banyak kesamaan dengan berbagai pura yang ada di Bali. Dengan berdiri di halamannya saja bak terasa sekejap berada di Bali.

Hal ini sebenarnya tidak mengherankan mengingat tokoh-tokoh agama Hindu di Indonesia termasuk dari Bali turut serta di dalam pembangunannya. Tokoh-tokoh tersebut terlibat dalam menentukan lokasi pura. Mereka juga memberikan kontribusi menentukan tata letak bagian-bagiannya dan pada akhirnya pada saat peresemiannya.

baca juga : Curug Ciherang Bogor

Lokasi Pura Parahyangan Agung Jagatkartta yang berada di kaki gunung Salak, tepatnya di desa Warung Loa, Ciapus Kabupaten Bogor pun seharusnya merupakan sebuah hal lain yang seharusnya menjadi alasan pendorong. Gunung Salak dengan keindahan alamnya, suasana sejuknya dan yang pasti termasuk dalam wilayah Bogor merupakan sumber dari banyak tulisan yang sudah dan akan ada di masa lalu dan masa depan.

Apalagi ketika mengunjungi Pura Parahyangan Agung Jagatkartta ini, saya sendiri merasakan bagaimana suasana disana. Terasa sekali nikmatnya hawa pegunungan gunung “Perak” ini dan sejuknya mata melihat panoramanya. Tentu bila diberi judul “Sebuah Parahyangan di kaki gunung Salak”. O ya Parahyangan Agung Jagatkartta sendiri bisa diartikan sebagai “Tempat yang Indah dan Mulia Istana Tuhan Yang Maha Agung” sehingga dengan memberikan judul seperti itu rasanya akan menarik banyak pembaca.

baca juga : Bukit Alesano Bogor

Sejak berdirinya pura ini banyak cerita berkembang dari mulut ke mulut yang berkaitan dengan hubungan antara pemilihan lokasi dengan Raja Pakuan Pajajaran.

Hal ini menjadi menarik karena salah satu sisi kebanggaan dari masyarakat Bogor dan Sunda terutama adalah tentang kaitannya dengan kebesaran Kerajaan Pakuan Pajajaran. Kebanggaan ini timbul mengingat, menurut sejarah, Bogor adalah dulunya adalah ibukota dari kerajaan yang berdiri abad 11 sampai 16 tersebut. Walaupun Pakuan Pajajaran adalah sebuah kerajaan Hindu dan bukan Islam , agama yang banyak dianut masyarakat Sunda di Bogor, tetap saja tidak menyurutkan rasa bangga.

Kaitannya antara lokasi Pura Parahyangan Agung Jagatkartta dan kerajaan Pakuan Pajajaran , menurut cerita tersebut, ada pada diri seoramg raja yang paling terkenal dari kerajaan Hindu di tanah Sunda tersebut. Nama raja tersebut adalah Prabu Siliwangi yang menurut cerita adalah seorang yang sakti mandraguna dan sangat digjaya. Pada masanya dianggap kerajaan Pakuan Pajajaran mencapai puncak kejayaannya.

Prabu Siliwangi tidak pernah diketemukan makamnya dan menurut berbagai versi memang tidak akan pernah ditemukan. Alasannya karena sang prabu telah ber-Moksa alias pergi ke surga dengan membawa raganya.

Nah disitulah kaitan antara lokasi Pura Parahyangan Agung Jagatkartta. Menurut cerita lokasi dimana pura tersebut berdiri adalah tempat dimana sang prabu menghilang beserta seluruh pasukan tempurnya.