Uncategorized

Pulau Kumala

Pulau Kumala

Pulau Kumala merupakan pulau kecil di tengah sungai Mahakam, di bagian sungai yang melintasi Kota Tenggarong. Pulau Kumala seluas 76 hektare ini dikelola menjadi daya tarik wisata . Jika dilihat dari udara, pulau unik ini berbentuk seperti perahu yang membelah arus sungai.

Selain berbagai macam wahana permainan, Pulau Kumala juga memberikan berbagai fasilitas untuk menunjang wisata. Di tempat ini sudah tersedia tempat parkir yang luas, memungkinkan pengunjung menikmati permainan tanpa khawatir berdesakan.

Pihak pengelola juga menyediakan restoran, warung makan, serta mempersilakan pedagang asongan dari daerah setempat untuk menjajakan makanan di kawasan wisata yang mirip dufan ini. Dibawah ini adalah daya tarik pulau kumala.

baca juga : Danau Semayang

Jembatan Repo Repo

Jembatan Repo-Repo adalah jembatan khusus pejalan kaki yang membentang di atas Sungai Mahakam dan menghubungkan daratan kota Tenggarong dengan Pulau Kumala. Peresmian Jembatan Repo-Repo ditandai upacara tempong tawar oleh Sultan Kutai Aji Muhammad Salehuddin II pada Maret 2016.

Jembatan Repo-Repo dibangun untuk memudahkan akses warga dari daratan Tenggarong menuju Pulau Kumala sehingga mereka tidak usah menggunakan perahu ces, tapi cukup berjalan kaki menyeberangi jembatan. Jembatan mulai dikerjakan sejak September 2014.

Dalam bahasa Kutai, “Repo-Repo” berarti gembok. Pada beberapa tempat di pagar jembatan disediakan tempat khusus untuk  memasang “gembok cinta” (love padlock). Itulah kenapa akhirnya jembatan itu diberi nama ‘repo-repo’.

Desain jembatan ini konon memadukan unsur 3 jembatan terkenal di dunia yakni Golden Gate di San Fransisco, Jembatan Banpo di Korea Selatan serta Jembatan Sungai Seine di Perancis. Untuk melintasi jembatan ini sekaligus masuk ke obyek wisata Pulau Kumala, pengunjung diminta membeli  tiket yang sekaligus berfungsi sebagai tiket masuk pulau Kumala.

Patung Lembuswana

Pada tahun 2002 di Taman Pulau Kumala ada Patung Lembuswana yang unik. Patung raksasa lembuswana di ujung pulau memiliki perberdaan yang menonjol daripada patung lembuswana di berbagai tempat lain. Kalau di tempat lain pattung lembuswana berdiri dan berwarna keemasan, tidak dengan di Pulau Kumala.

Lembuswana di Pulau Kumala posisi belalai berbeda ,posisi duduk dan berwarna hitam. Lembuswana duduk itu, buah karya seniman asal Bali Nyoman Nuarta.

Leluhur warga Kutai mempercayai bahwa Sang Lembuswana merupakan tunggangan Mulawarman, yang bertakhta sebagai raja Kutai sekitar 1.500 tahun silam. Satwa mitologi ini telah menjadi simbol keperkasaan dan kedaulatan seorang penguasa. Unsur belalainya menandakan bahwa satwa ini juga perlambang sosok Ganesha, Dewa Kecerdasan.

Pada tahun 2010, dengan pertimbangan keaslian unsur sejarah dalam hal bentuk Lembuswana, patung in diganti dengan bentuk Lembuswana yang normal, yakni berdiri dengan belalai ke bawah. Pemkab Kukar menggandeng staf ahli dari Intitut Teknologi Bandung (ITB) untuk meredesain Patung Lembuswana.

Patung baru berukuran tinggi 13 meter dengan berat 25 ton dengan tiga pilihan bahan lapisan dari tembaga, perunggu atau kuningan.

baca juga : Bukit Bangkirai

Pura Pasak

Salah satu lokasi paling populer untuk mengambil foto adalah Pura Pasak. Pura ini memiliki bentuk mirip candi dengan struktur tangga berundak. Di beberapa sudutnya terdapat patung-patung dengan desain eksotis.

Pura Pasak terletak di belakang patung Lembuswana ada. Pura adalah bangunan keagamaan untuk orang-orang Hindu. Menurut sejarah, Kutai Kartanegara dulunya adalah kerajaan Hindu. Melewati Pura, pengunjung akan melihat tahta yang mirip dengan milik Raja Kutai.

Sampai saat inipun sebagian masyarakat adat dayak, khususnya kaharingan,  megindentifikasi diri sebagai warga beragama Hindu. Walaupun secara ritual dan tradisi mereka terlihat jauh berbeda dari Hindu di Bali. Namun menurut mereka, secara teologi mereka berada dalam 1 kesatuan pemahaman spiritual.

Rumah Lamin

Sebelum memasuki pura pasak, pengunjung akan melewati 3 buah bangunan Rumah Lamin, yang merupakan rumah adat suku dayak. Bahan utama bangunan rumah adat Lamin adalah kayu ulin. Banyak orang yang menyebutnya sebagai kayu besi. Disebut kayu besi karena memang jenis kayu tersebut adalah kayu yang sangat kuat.

Satu dari tiga lamin rumah adat Dayak yang berada di tengah objek wisata Pulau Kumala difungsikan sebagai Dayak experience center atau pusat informasi budaya Dayak. Pusat Informasi budaya ini menempati sebuah Lamin suku Dayak Kenyah yang bernama amin bioq. Sama seperti Lamin adat yang berada di desa Ritan Baru

Dengan keberadaan Pusat Informasi diharapkan setiap pengunjung yang datang ke Pulau Kumala bisa mengetahui secara utuh budaya masyarakat Dayak. Bukan hanya dari sisi peninggalan fisik saja. Pusat Informasi budaya ini menampilkan berbagai informasi yang berkaitan dengan sosial budaya ekonomi kekerabatan dari 7 etnis Dayak yang ada di Kukar.

Pusat budaya juga menjadi tempat penjualan barang-barang kerajinan sebagai cinderamata dan juga ada demonstrasi menenun kain khas ulap doyo.

Pesut Mahakam

Pesut adalah spesies langka lumba-lumba air tawar. Ikan pesut ini merupakan satu satunya spesies lumba-lumba air tawar. Hanya 3 tempat di dunia yang memiliki ikan ini. Walau terlihat seperti ikan, Pesut sebenarnya bukan ikan, tapi mamalia. Seperti juga lumba-lumba yang mamalia. Hal inilah yang menyebabkan mereka harus sering muncul ke permukaan. Mereka muncul untuk menghirup udara dari lubang hidungnya.

Salah satu habitat alami mereka adalah di Sungai Mahakam. Dari Pulau Kumala, pengunjung bisa melihat mereka berenang dan melompat-lompat di sungai. Jika ingin lebih dekat dengan mereka, pengunjung bisa naik ketinting ke sungai.

Selain melihat di habitat aslinya, di area Pulau Kumala Tenggarong ini juga terdapat aquarium yang menampung ikan pesut atau orcaella brevirostris. Jadi sebetulnya selain bisa untuk area berlibur, Pulau Kumala ini juga bisa jadi tempat belajar yang seru di area Kutai Kartanegara.

Informasi menyedihkan soal pesut. Pesuk sekarang sudah sangat langka bahkan masuk zona kritis terancam punah. Di habitat asli di Mahakam, diperkirakan hanya ada kurang dari 100 ekor saja.

Wahana Wisata

Ada banyak jenis wahana permainan di pulau kumala ini. Semuanya didesain untuk menggembirakan pengunjung yang datang. Ada bom-bom car, gokart, carousel, dan juga jet coaster. Ada juga fasilitas mengelilingi pulau sembari duduk santai dengan kereta api mini atau scuter elektrik.

Salah satu yang menonjol dan populer adalah wahana Sky Tower. Sky Tower ini merupakan planetarium yang bisa di manfaatkan untuk melihat pemandangan Pulau Kumala dan juga Kota Tenggarong dari ketinggian. Sky Tower ini memiliki ketinggian 75 meter. Dengan tinggi sedemikian, pengunjung bisa cukup puas kalau untuk menikmati panorama kota dan sekitarnya.