Uncategorized

Monumen Trikora Pulau Lembeh

Monumen Trikora Pulau Lembeh

Monumen Trikora Pulau Lembeh merupakan salah satu destinasi wisata sejarah Kota Bitung yang berada di Kelurahan Batu Lubang, tepian Pulau Lembeh, Kota Bitung. Monumen Trikora (kependekan dari Tri Komando Rakyat) di Pulau Lembeh ini bisa dilihat dengan jelas dari tepian pantai Kota Bitung, Sulawesi Utara, karena berjarak sekitaran 1 km saja dengan pandangan bebas, hanya sesekali tertutup sebentar oleh kapal besar yang melewati selat.

Selat Lembeh yang membentang sepanjang 16 km memisahkan Kota Bitung dengan Pulau Lembeh selebar 1-2 km, dan jarak Pelabuhan Bitung ke Pulau Lembeh merupakan salah satu lokasi dengan jarak yang terpendek.

baca juga : Taman Nasional Tangkoko

Monumen Trikora Pulau Lembeh dibangun pada akhir tahun 80-an atas inisiatif pemerintah daerah setempat untuk mengenang peristiwa bersejarah dalam usaha merebut Irian Barat dari penjajahan pemerintah kolonial Belanda. Saat itu pasukan Tentara Nasional Indonesia menjadikan Pelabuhan Bitung sebagai lokasi pendaratan awal sebelum menjalankan misi pembebaskan Irian Barat yang sekarang telah berubah nama menjadi Papua.

Sisi kiri Monumen Trikora dengan latar depan anak-anak yang tengah duduk di atas rumah baling-baling pesawat DC-3 yang masih terlihat garang dan elok. Di salah satu sisi badan pesawat DC-3 menempel logo bergambar dua ekor burung dan angka 17, mungkin nomor dan lambang skuadron tempurnya. Dipandang dari segala sisi, pesawat DC-3 itu masih terlihat utuh dan gagah.

baca juga : Pantai Batu Putih

Ada pula logo pabrik pembuat mesin pesawat berupa Pratt & Whitney berupa burung garuda yang tengah terbang dan tulisan “Dependable Engines” di bagian bawahnya. Sedangkan nomor seri pesawat dicat di bagian ekor pesawat, yaitu T-482. Selain itu ada pula logo bersegi lima, lambang Tentara Nasional Indonesia. Sayang sekali area di sekitarnya dan secara umum di lingkungan Monumen Trikora ini terlihat kotor dan kurang terawat. Rerumputan terlihat tumbuh tinggi di sana-sini, dan beberapa bagian monumen sudah memerlukan perbaikan serta perawatan.

Operasi Trikora adalah operasi militer yang diumumkan Presiden Soekarno pada 19 Desember 1961 di Alun-alun Utara Yogyakarta untuk membebaskan Irian Barat. Soekarno membentuk Komando Mandala dengan Mayor Jenderal Soeharto sebagai panglimanya. Operasi itu berlangsung selama dua tahun. Saat itu sempat hendak dilakukan Operasi Jayawijaya yang akan merupakan operasi amfibi terbesar dalam sejarah operasi militer Indonesia. Tidak kurang dari 100 kapal perang dan 16.000 prajurit disiapkan dalam operasi tersebut. Operasi ini batal dilakukan karena tercapainya persetujuan New York.