Berbagai tempat rekreasi,  Jelajah Wisata Indonesia,  Tempat hiburan malam,  Tempat rekreasi terkenal,  Tempat Wisata Indonesia,  Tempat wisata paling bagus

Mata Rantai Penyebaran HIV di Tasikmalaya

Mata Rantai Penyebaran HIV di Tasikmalaya – “Kami sedang melakukan pendampingan dan sekarang mereka akan diperiksa dulu kesehatannya, lalu tes HIV/AIDS yang bekerjasama dengan pihak Dinas Kesehatan (Dinkes).”

Ini pernyataan Kepala Seksi (Kasi) PPA P2TP2A Bidang Pemberdayaaan dan Perlindungan Anak Dinas PPKBP3A Kota Tasik, Teti Rositawati, dalam berita “Para PSK Online yang Digerebek Polres Kota Tasik Dites HIV/AIDS”.

psk Tasikmalaya

Ini menunjukkan prostitusi online, dalam berita disebut ‘PSK Online’ (PSK — pekerja seks komersial), sudah menyebar di Nusantara. Ini hal yang masuk akal karena sekarang tidak ada lagi lokalisasi pelacuran dan kepemilikan telepon pintar juga sudah merata sampai ke daerah sehingga ada perangkat untuk mengakses media sosial (medsos).

Langkah yang dilakukan yaitu tes HIV terhadap empat cewek PSK online seperti yang disampaikan dalam berita lebih kepada sensasi karena tidak ada langkah konkret dari hasil tes HIV itu kelak.

Terkait dengan penangkapan empat PSK online di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, tsb. yang jadi masalah besar adalah:

(1) Laki-laki yang menularkan HIV/AIDS ke PSK online tsb, bisa jadi mrk suami, bahkan ada yg istrinya lebih dari satu, dan

(2) Laki-laki yang melakukan hubungan seksual tanpa kondom dengan PSK online yang mengidap HIV/AIDS berisiko tertular HIV/AIDS, bisa jadi meraka adalah suami, bahkan ada yang istrinya lebih dari satu.

Masalah lain adalah banyak laki-laki ‘hidung belang’ yang menganggap mereka tidak berisiko tertular HIV/AIDS karena PSK online bukan PSK yang mangkal di lokalisasi pelacuran. Soalnya, selama ini ada informasi yang ngawur yaitu menyebutkan penularan HIV/AIDS terjadi melalui hubungan seksual dengan PSK di lokalisasi pelacuran.

Padahal, dalam prakteknya PSK dikenal dua jenis, yaitu:

prostitusi online Tasikmalaya

(1). PSK langsung adalah PSK yang kasat mata yaitu PSK yang ada di lokasi atau lokalisasi pelacuran atau di jalanan.

(2). PSK tidak langsung adalah PSK yang tidak kasat mata yaitu PSK yang menyaru sebagai cewek pemijat, cewek kafe, cewek pub, cewek disko, anak sekolah, ayam kampus, cewek gratifikasi seks (sebagai imbalan untuk rekan bisnis atau pemegang kekuasaan), PSK high class, cewek online, PSK online, dll.

Dalam prakteknya PSK online sebagai PSK tidak langsung sama saja dengan PSK langsung karena mereka juga melakukan hubungan seksual tanpa kondom dengan laki-laki yang berganti-ganti. Bisa jadi salah satu dari laki-laki tsb. mengidap HIV/AIDS sehinga PSK online berisiko tertular HIV/AIDS.

Salah satu indikator penyebaran HIV/AIDS di kalangan laki-laki adalah penemuan kasus HIV/AIDS pada ibu-ibu rumah tangga. Program yang menganjurkan ibu-ibu hamil tes HIV merupakan upaya untuk memutus mata rantai penularan HIV dari ibu-ke-anak yang dikandungnya.

Maka, yang terjadi adalah penyebaran HIV/AIDS di masyarakat, terutama melalui hubungan seksual tanpa kondom di dalam dan di luar nikah, yang dilakukan oleh suami-suami ibu hamil yang terdeteksi mengidap HIV/AIDS. Penyebaran ini kelak akan bermuara pada ‘ledakan AIDS’ di Kota Tasikmalaya.