Malioboro Jadi Ramah Bagi Pejalan Kaki
Berbagai tempat rekreasi,  Jelajah Wisata Indonesia,  Tempat hiburan malam,  Tempat rekreasi terkenal,  Tempat Wisata Indonesia,  Tempat wisata paling bagus

Malioboro Jadi Ramah Bagi Pejalan Kaki

Malioboro Jadi Ramah Bagi Pejalan Kaki

Malioboro Jadi Ramah Bagi Pejalan Kaki – Malioboro Jadi Ramah Bagi Pejalan Kaki – Saat ini, pembangunan infrastruktur serta tata kota terus digenjot pemerintah dengan masif. Tidak kecuali relokasi banyak wilayah buat menunjuang kenyamanan serta kerapian kota. Malioboro tidak mau tertinggal loh. Lacak punyai lacak, rupanya tidak hanya kesempatan ini saja Malioboro alami pemugaran.

Malioboro

Untuk pusat wisata yang tidak bisa tertinggal buat kamu ingin ungkap seperti apa bentuk Malioboro dari waktu ke waktu, sampai efek relokasi yang dirasakannya.

Baca Juga : Beberapa Tempat Wisata Alam di Semarang

Kembali kenang Malioboro dari waktu ke waktu

Apa yang kamu melihat dari Malioboro sekarang jauh tidak sama dengan Malioboro di waktu yang lalu. Jalanan yang sempat jadi saksi bisu penangkapan Bung Besar, Soekarno waktu Agresi Militer II (pertarungan 6 jam) ini sudah beralih cepat.

Yang sebelumnya hanya jalanan penghubung di antara Keraton, Gunung Merapi, serta pantai selatan ini, saat ini jadi pusat wisata yang menarik buat beberapa wisatawan. Lihat apresiasi warga akan magnet Malioboro, membuat pemerintah berpikir serius untuk meningkatkan kekuatan pariwisata di teritori ini.

Malioboro dari masa ke masa

Mulai dari pemugaran beberapa bangunan di sekelilingnya, sampai pemugaran muka jalan di Malioboro. Akhirnya, jadilah Malioboro untuk sentral perbelanjaan unik dari Yogyakarta yang termasyur sampai luar negeri.

Apa yang kamu melihat dari Malioboro sekarang jauh tidak sama dengan Malioboro di waktu yang lalu. Jalanan yang sempat jadi saksi bisu penangkapan Bung Besar, Soekarno waktu Agresi Militer II (pertarungan 6 jam) ini sudah beralih cepat.

Yang sebelumnya hanya jalanan penghubung di antara Keraton, Gunung Merapi, serta pantai selatan ini, saat ini jadi pusat wisata yang menarik buat beberapa wisatawan. Lihat apresiasi warga akan magnet Malioboro, membuat pemerintah berpikir serius untuk meningkatkan kekuatan pariwisata di teritori ini.

Mulai dari pemugaran beberapa bangunan di sekelilingnya, sampai pemugaran muka jalan di Malioboro. Akhirnya, jadilah Malioboro untuk sentral perbelanjaan unik dari Yogyakarta yang termasyur sampai luar negeri.

baca Juga : Daya Tarik Wisata Curug Malela

kegamangan pemerintah dalam penyempurnaan Malioboro

Kelabilan pemerintah mulai bisa dibaca di akhir tahun kemarin. Dimana dipasang deretan pagar besi berwarna jingga, yang konon memerlukan dana sampai 1/2 milyar, di selama jalan Malioboro.

Kepala UPT Malioboro Syarif Teguh, di saat itu menjelaskan jika kebijaksanaan pemasangan pagar ini untuk memberikan dukungan ide pedestrian Malioboro yang sedang berjalan.

Penyediaan pagar ini malah batasi gerak laris beberapa pejalan kaki. Kemungkinan maksudnya untuk membuat lancar pergerakan jalan raya di selama jalan Malioboro, kali ya? Walau sebenarnya, pemerintah awalnya sempat janji akan jadikan Malioboro untuk teritori ramah pejalan kaki serta disabilitas.

Jauh sebelum itu, di tahun 2002-2003, pemerintah lakukan pemugaran di teritori Malioboro dengan penambatan pot-pot raksasa serta relokasi beberapa pedagang kaki lima (PKL). Tamanisasi ini justru kurangi ruangan ekspresi serta aksesibilitas beberapa pejalan kaki.

Malioboro pedagang kaki lima

Bersambung di tahun 2012, jalanan Malioboro ditanami patok peluru. Maksudnya sich agar pengendara tidak nyerobot hak pejalan kaki alias trotoar. Bagus sich tujuannya, memperlebar elastisitas pejalan, tetapi justru kasihan penyandang disabilitas!

Mereka yang perlu berjalan memakai bangku roda, harus kerja keras untuk nikmati jalanan Malioboro. Belum juga zebra cross yang ujungnya tidak dapat dilalui pejalan kaki buat melintas.

Ditanami rerumputan agar lebih indah, justru diinjak-injak beberapa pengunjung. Serta, kamu paham.kamu mengerti berapakah keseluruhan ongkos yang dikeluarkan untuk pemugaran di tahun 2012 ini? Enam puluh juta!

Serta yang masih tetap ingat benar ialah relokasi di akhir 2015 kemarin. Dimana pemerintah dengan maksud untuk membereskan keruwetan jalan Malioboro dengan membuat pagar portable setinggi 1, 5 mtr.. Hasilnya, pagar ini batasi ruangan gerak beberapa pejalan kaki.