Uncategorized

Hutan Mangrove Balikpapan

Hutan Mangrove Balikpapan

Balikpapan memang bukan kota wisata, kota yang dijuluki kota minyak ini penduduknya pun kebanyakan pendatang dari luar daerah yang datang untuk merantau atau bekerja di industri-industri yang konsentrasinya kebanyakan di ladang minyak atau tambang. Untuk memenuhi hasrat liburan selain Mall, balikpapan punya pantai, penangkaran buaya taritip, atau kalau mau yang agak jauh ke taman wisata Bukit Bangkirai yang terletak di KM 38. tak banyak yang tahu balikpapan punya potensi wisata lain yaitu Mangrove Center.

Hutan mangrove adalah ekosistem hutan daerah pantai yang terdiri dari kelompok pepohonan yang bisa hidup dalam lingkungan berkadar garam tinggi. Salah satu ciri tanaman mangrove memiliki akar yang menyembul ke permukaan. Penampakan mangrove seperti hamparan semak belukar yang memisahkan daratan dengan laut. Kata mangrove berasal dari kata mangue (bahasa Portugis) yang berarti tumbuhan, dengan grove (bahasa Inggris) yang berarti belukar.1 Sementara itu dalam literatur lain disebutkan bahwa istilah mangrove berasal dari kata mangi-mangi (bahasa Melayu Kuno). Hutan mangrove adalah suatu kelompok jenis tumbuhan berkayu yang tumbuh disepanjang garis pantai tropis dan subtropis yang terlindung dan memiliki semacam bentuk lahan pantai dengan tipe tanah anaerob.2

baca juga : Danau Cermin Lamaru

Ada 3 konsentrasi tempat budidaya Mangrove, salah satu yang sudah resmi dibuka dan pernah saya kunjungi adalah Mangrove Center di Graha Indah Karyangau. Dari judulnya udah jelas ya.. wisata yang dilihat adalah tanaman Mangrove. Mangrove ini sengaja ditanam di pesisir pantai dan hilir sungai untuk mencegah abrasi juga untuk melestarikan habitat fauna borneo seperti Bekantan.

Untuk menuju tempat ini, dari pertigaan jl soekarno hatta km 6, belok ke arah Karyangau, lalu ikuti jalan sampai ketemu gapura Graha Indah, kawasan ini merupakan komplek Perumahan, dari sini sudah ada panduan berupa plang hijau kecil dengan tulisan berwarna putih yang akan membawa kita ke pintu masuk konservasi, semakin kedalam jalannya akan semakin kecil tapi masih cukup untuk mobil masuk. Kalau berencana tur perahu, jangan terlalu sore datangnya, maksimal jam 4 sore.

baca juga : Pantai Ngurbloat

Di Mangrove Centre Karyangau kita bisa menyewa perahu klotok untuk berkeliling menyusuri sungai Somber selama 1 jam bolak-balik dan tentunya ditemani oleh tur guide. Untuk menyewa perahu dihargai sekitar 300rb per perahu bisa di isi sampai 10 orang. Selama menyusuri sungai dengan klotok kita bisa melihat Bekantan yang lagi cari makan. Jumlahnya cukup banyak, terutama saat menjelang sore banyak tampak keluarga bekantan yang keluar mencari makan di pucuk pohon Mangrove yang menjulang. Berasa lagi di pedalaman kalimantan kalau nyusur sungai gini, kanan kiri rimbun hutan mangrove, kalau mesin klotoknya dimatikan cuma kedengaran suara alam, burung berkicau dan suara bekantan, terasa banget lah suasana di hutannya.

Tidak hanya bekantan yang akan dilihat wisatawan, namun akan berbagai jenis tanaman jenis bakau, bisa dilihat di hutan mangrove. Untuk melihatnya, wisatawan akan diajak menyusuri sungai yang luasnya sekitar 150 hektar.

Wisatawan yang naik ke perahu dan menyusuri sungai akan dilengkapi dengan alat pelampung. Dengab menyusuri sungai, wisatawan akan melihat bekantan diatas pohon bakau atau mangrove di sisi kanan dan kirinya. Sekitar satu jam lamanya, vahkan lebih wisatawan akan diantar oleh pengemudi perahu.

Menurut salah seorang yang bertugas di Mangrove Center, Herman, mengatakan dihutan mangrove ramai dikunjungi wisatawan saat Sabtu dan Minggu. Namun dihari biasa juga ramai apabila ada acara besar di Kalimantan Timur, khususnya di Balikpapan.

Ada 40 jenis mangrove tumbuh di Mangrove Center. Bakau atau Rhyzopora mucronata menjadi tumbuhan dominan.  Tidak kurang dari 400 ekor bekantan (Nasalis larvatus, atau proboscis monkey, kera berhidung mancung dan berbulu oranye).

Di dunia, Mangrove Center juga diperkenalkan oleh beberapa Negara  luar yang telah dapat memberikan efek perubahan iklim, hasil riset dari beberapa peneliti mangrove center dapat menyumbangkan 6000 ton perhari dalam penyerapan CO2 dimana tidak semua Negara dapat menyumbangkan serapan CO2 , sehingga Mangrove Center selain dapat memberikan kontribusi kepada Pemerintah Daerah Kota Balikpapan, Pemerintah Daerah Propinsi maupun Kalangan dunia international, yang artinya Budget yang semestinya dikeluarkan dalam penanaman dalam 1 Ha lahan mangrove dibutuhkan biaya pengoperasian penanaman Rp.100 juta, andaikata 150 Ha luasan lahan dengan biaya Rp 100 Juta berarti 1,500,000.000, belum termasuk biaya operasional dan pemeliharaan berkala selama 16 tahun, ini artinya dengan penanaman dan pemeliharaan baik melalui CSR dan swadaya ,dapat memberikan sumbangan terhadap program rehabilitasi Pemerintah & dunia international