Uncategorized

Gumuk Sapu Angin

Gumuk Sapu Angin

Selain Makam Bung Karno, Blitar masih punya banyak potensi wisata menarik lho. Beberapa mengedepankan panorama alam eksotis yang memanjakan mata. Seperti Gumuk Sapu Angin di Desa Resapombo, dengan pemandangan yang sungguh menakjubkan.

Secara administratif, Gumuk Sapu Angin masuk wilayah Desa Resapombo, Kec. Doko, Kab. Blitar. Bukit kecil dengan ketinggian 828 mdpl ini cukup mudah dijangkau. Jika Teman Traveler berangkat dari Wlingi atau arah Barat, bisa langsung ambil jalur Doko. Dari Kawedanan Wlingi langsung ke timur dan lanjutkan masuk ke utara. Begitu sampai di pertigaan Jembatan Plumbangan, ambil kanan menuju Doko. Terus ikuti jalan utama hingga melewati hutan dan perkebunan cengkeh.

baca juga : Candi Simping

Gumuk Sapu Angin alias GSA merupakan salah satu destinasi di Blitar yang cukup populer. Dibuka untuk umum sejak 2016, wisata ini termasuk anyar. Meski demikian, kehadirannya dengan cepat memikat hati para wisatawan. Hal ini tak lain karena pesona alamnya yang sungguh indah dan istimewa. Selama berada di sini, Teman Traveler bakal disuguhi panorama hijau nan eksotis dari ketinggian. Lokasinya sendiri ada di antara lereng Gunung Kawi, menjadikan udara sekitarnya terasa sangat sejuk. Sejauh mata memandang, hanya nampak hutan hijau membentang. Kegagahan Gunung Kawi dan Kelud juga nampak jelas dari sini, terlebih saat pagi atau selepas hujan.

Di beberapa titik Teman Traveler akan menemukan gardu pandang beragam bentuk. Selain digunakan untuk melihat pemandangan sekitar, kawasan ini juga kerap jadi spot foto favorit pengunjung. Jika ingin, Teman Traveler juga bisa mampir ke kawasan puncak dengan berjalan kaki sejauh 300 meter. Tak jauh dari sini kalian akan melihat dua punden berupa pohon raksasa yang diberi nama Ki Jogo Gito dan Mbah Gariso. Belum ada penjelasan pasti di balik penamaan ini, namun yang pasti keberadaan dua punden tersebut punya sejarah panjang.

baca juga : Candi Selotumpuk

Fasilitas yang terdapat di Gumuk Sapu angin terbilang lengkap. Mulai dari area parkir, toilet, dan warung-warung makanan, semua tersedia. Selama menjelajah di dalam, Teman Traveler akan temukan sederet gardu pandang untuk menikmati panorama alam sekitar. Sayangnya, jalan menuju wisata ini masih membutuhkan banyak perbaikan. Meski sepanjang perjalanan pemandangan yang tersaji sangat indah, Teman Traveler mungkin akan sulit menikmati lantaran jalurnya kurang mulus. Banyak kelokan dan jalur terjal. Wajib waspada, terutama jika sudah memasuki musim hujan.

Jika ingin mampir ke Gumuk Sapu Angin, Teman Traveler cukup bayar tiket masuk sebesar Rp3.000 untuk akhir pekan. Jika datang saat weekday, cukup bayar Rp2.000 saja.