Uncategorized

Gua Pawon dan Stone Garden

Gua Pawon dan Stone Garden

Buat kalian yang hobi bertualang dan punya rasa penasaran tinggi, boleh coba mampir ke Stone Garden dan Gua Pawon di Padalarang. Di sini kalian bakal temukan wisata bernuansa petualangan, yang sekaligus jadi bukti bahwa dulunya daerah ini terendam permukaan air.

Gua Pawon dan Stone Garden menawarkan pemandangan pegunungan bersejarah dari ketinggian. Untuk sampai sini, kalian harus menempuh perjalanan cukup menantang. Jika berangkat dari Jakarta, kalian harus terus menuju Tol Cipularang arah Bandung dan keluar lewat pintu tol Padalarang.

baca juga : Curug Malela

Berikutnya, kalian wajib menempuh perjalanan sekitar satu jam lagi untuk sampai ke gerbang masuk Gua Pawon (bisa kalian cari di Google Maps). Alternatif lain adalah melalui Jalan Raya Purwakarta ke arah Cipatat. kalian bakal melewati beberapa tempat terkenal seperti Situ Ciburuy dan deretan penjual nisan serta marmer di sepanjang jalan.

Petualangan kalian bakal langsung dimulai begitu sampai di gerbang masuk Gua Pawon. Destinasi utamanya sendiri berada sekitar 2 kilometer dari pintu masuk. Kalian bisa mengaksesnya dengan naik motor, meski jalurnya cukup menantang. Kebanyakan pengunjung lebih memilih berjalan kaki. Oh ya, jangan lupa bawa air minum, kenakan topi, serta alas kaki nyaman ya.

baca juga : Lembah Cimeta

Setelah berjalan beberapa saat, kalian akan menemukan loket di dekat tempat parkir. Ketika saya mampir ke sini, tidak ada tiket resmi. Namun saya membayar Rp6.000 untuk masuk dan Rp5.000 untuk parkir.

Selain monyet-monyet di beberapa area sepanjang jalan dari gerbang masuk, kamu akan disambut dengan bebatuan unik di Gua Pawon. Gua ini dulunya merupakan batu karang besar di tengah laut. Sekarang tempatnya menjelma jadi plato dengan aneka satwa liar. Kelelawar salah satunya, siap-siap dengan baunya, ya!

Setelah berjalan singkat dari loket masuk melalui jalan kecil dan beberapa anak tangga, kamu akan sampai di tangga untuk naik ke gua. Harap berhati-hati karena jalurnya cukup curam. Seorang petugas jaga akan membantu jika kalian kesulitan. Mereka juga akan memberikan panduan selama berada di dalam gua dan menunjukkan bebatuan yang terbentuk jutaan tahun. Kalian juga bisa melihat peninggalan tulang belulang manusia dari puluhan ribu tahun lalu.

Setelah berada cukup lama di dalam gua, kalian pasti butuh udara segar. Naik terus ke atas menuju ke Stone Garden untuk menikmati pemandangan indah. Jika kalian suka mendaki, bisa ambil jalur lebih curam dan menantang. Jika tidak, kalian bisa kembali turun untuk jalan kaki atau naik motor ke kawasan Stone Garden. Oh ya, di sekitar sini juga sudah terdapat deretan warung yang menjual makanan dan minuman.

Seperti Gua Pawon, tidak ada tiket masuk resmi ke Stone Garden. Saya hanya membayar Rp2.000 saja. Tempat ini biasanya penuh di akhir pekan. Namun lantaran kondisi geografisnya ikut mempengaruhi deformasi gua di bawahnya, jumlah pengunjung yang masuk bersamaan dibatasi. Jadi, sebaiknya kalian berkunjung saat hari kerja saja.