Uncategorized

Danau Lau Kawar

Danau Lau Kawar

Danau Lau Kawar menawarkan pemandangan Gunung Sinabung dan perkebunan sayur milik warga yang berada di bawah kaki gunung. Jika beruntung, pengunjung bisa melihat Gunung Sinabung saat tidak tertutup kabut. Dengan ketinggian tempat yang mencapai 2.450 meter di atas permukaan laut, cuaca di Danau Lau Kawar sudah pasti sejuk dan segar. Berbeda dengan suasana udara kota yang panas dan penuh polusi. Lokasi ini masih termasuk ke dalam wilayah Kawasan Ekosistem Leuser (KEL), di bawah kaki Gunung Sinabung.

Danau Lau Kawar memiliki luas sekitar 200 hektar. Danau memiliki suasana yang asri dengan banyak pepohonan hijau di kaki gunung sehingga tidak kalah indah dari Danau Toba. Danau Lau Kawar airnya berwarna biru. Di pinggir Danau Lau Kawar sering terdapat grup yang berkemah, beristirahat saat mendaki Gunung Sinabung. Selain itu pengunjung juga dapat melihat beberapa orang memancing di tengah danau dengan menggunakan perahu kecil. Danau Lau Tawar juga diselimuti mitos dan legenda rakyat. Bila mengunjungi Danau Lau Kawar, pengunjung harus bersikap dan bicara sopan, dilarang berbuat asusila, hingga membuang sampah ke danau. Bila dilanggar, penunggu danau dan gunung akan marah, ditandai dengan datangnya badai.

baca juga : Desa Budaya Dokan

Danau Lau Kawar, adalah satu danau yang berada di berada di Desa Kutagugung, Kecamatan Naman Teran, di bawah kaki gunung berapi Sinabung, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatra Utara. Rute paling mudah untuk menuju ke Danau Lau Tawar adalah dari pusat kota Medan. Jarak yang harus ditempuh sekitar 70 KM dengan waktu tempuh mencapai 3 jam. Rute ini merupakan rute yang paling mudah bagi pengunjung yang ingin mengunjungi danau Lau Kawar. Rute pertama dari kota Medan menuju ke kota Berastagi, kemudian terus berlanjut hingga menuju ke persimpangan dengan papan petunjuk yang menunjukkan arah dan jarak ke lokasi yang tinggal 27 Km lagi. Setelah itu terus lanjutkan perjalanan dengan mengikuti jalan utama yang nantinya akan membawa ke lokasi danau.

Danau Lau Tawar terbuka 24 jam sehari untuk dikunjungi wisatawan. Dengan demikian pengunjung bisa leluasa mengatur kunjungan mereka ke lokasi indah ini. Untuk dapat menikmati keindahan ciptaan Tuhan dalam wujud danau Lau Kawar ini, pengunjung hanya dikenakan tiket Rp 4.000 saja. Harga tiket ini berlaku sama di hari kerja maupun akhir pekan dan hari libur.

baca juga : Hillpark Sibolangit

Mengenai fasilitas, obyek wisata Danau Lau Kawar terbilang cukup lengkap. Beberapa fasilitas yang bisa dimanfaatkan oleh pengunjung antara lain : Lahan parkir. Pengunjung yang membawa kendaraan pribadi baik mobil atau motor, disediakan area parkir yang lumayan luas dan juga memadai. Toilet umum, juga telah disediakan di sana jadi anda tidak usah repot-repot mencari toilet di luar area danau. Untuk Warung, di sekitar tempat ini pengunjung dapat menemukan kantin dan warung-warung milik penduduk lokal yang menjual makanan dan minuman dengan harga terjangkau.

Selain Danau, KAro juga punya air terjun yang sangat terkenal, yakni Air Terjun Sipiso-piso. Berada di perbukitan, suasana di air terjun ini sejuk dan membuat betah siapa pun yang berkunjung ke sini. Pengunjung disuguhi pemandangan indah berupa hamparan hutan pinus yang hijau, ditambah lagi dengan pemandangan Danau Toba dari kejauhan. Bagi yang tertarik dengan wisata Budaya, di Kabupaten Karo bisa mencoba berkunjung ke Desa Lingga. Di desa ini pengunjung bisa melihat langsung rumah adat Karo, yang diperkirakan sudah berusia 250 tahun. Tempat ini cocok buat kamu yang ingin wisata budaya.