Uncategorized

Danau Aek Natonang

Danau Aek Natonang

Potensi pariwisata di Pulau Samosir banyak yang dapat dinikmati oleh wisatawan pun banyak jenisnya, mulai dari objek wisata alam yang terdiri dari pantai, perbukitan, air terjun dan lainnya, hingga objek wisata sejarah dan objek wisata budaya masyarakat Batak yang pusatnya terletak di Pulau Samosir, sebuah pulau yang berada di tengah perairan Danau Toba. Tak hanya itu, ada banyak sekali objek wisata lain yang terdapat di Danau Toba yang juga mempunyai eksotika menarik. Salah satu objek wisata alam tersebut adalah Danau Aek Natonang. Pernahkah Anda mendengar nama danau yang satu ini ? Tentunya bagi Anda yang pernah berkunjung ke Pulau Samosir, nama objek wisata yang satu ini sudah tidak asing lagi, sebab cukup populer selain Danau Sidihoni yang letaknya hanya beberapa kilometer saja dari danau ini.

Danau Aek Natonang ini keberadaannya dikatakan cukup menarik perhatian wisatawan sebab berada di atas pulau ditengah danau, Pulau Samosir. Danau ini sebenarnya telah lama menjadi destinasi pariwisata yang berada di sekitar Danau Toba, bahkan panorama yang terdapat di sekitarnya pun sangat indah. Danau Aek Natonang ini terletak di Desa Tanjungan, yang merupakan salah satu desa yang terletak di dataran tinggi Pulau Samosir. Sehingga apabila Anda berada di sekitar objek wisata ini maka udara yang dingin dan sejuk khas pegunungan akan sangat terasa. Ketika pertama kalinya Anda memasuki objek wisata yang satu ini, suasana alami dan begitu tenang akan segera menyambut Anda. Air di Danau Aek Natonang tampak begitu jernih di tengah rerumputan hijau yang menghiasi di sekelilingnya. Sejauh mata memandang, Anda akan melihat panorama jejeran perbukitan yang membentang dengan indahnya, beberapa pohon pinus pun tampak menghiasi perbukitan tersebut.

baca juga : Danau Sidihoni

Di beberapa kawasan di sekitar danau, Anda akan melihat ragam aktivitas penduduk Desa Tanjungan yang sedang bekerja. Ya, beberapa perkebunan dan persawahan tampak menghiasi desa ini, sebab sebahagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Danau Aek Natonang ini sering dikunjungi oleh wisatawan lokal bahkan sesekali juga terlihat beberapa wisatawan mancanegara yang berlalu lalang di sekitar danau dengan menggunakan kendaraan bermotor. Tak hanya itu, pada hari-hari tertentu Anda akan melihat sekelompok anggota pecinta alam yang sedang melakukan kegiatan di sekitar danau ini, bahkan beberapa orang fotografer pun tampak mengabadikan panorama alam yang terdapat di sekitar danau ini.

Anda pun dapat menghabiskan waktu hingga senja hari di sekitar danau ini bersama keluarga ataupun teman-teman Anda untuk menikmati panorama yang terbentang di sekitar danau. Suasananya yang tenang dan alami, membuat danau ini juga sangat cocok menjadi tempat untuk mencari inspirasi dan ide-ide segar, bahkan cocok juga bagi Anda yang lebih menyukai suasana tenang dan jauh dari keramaian. Bagi Anda yang menyukai kegiatan hiking, Anda juga dapat melakukan kegiatan tersebut disekitar danau ini dengan rute menelusuri perbukitan yang terdapat di sekitarnya. Jalur perbukitan tersebut pun tampak berkelok-kelok dengan topografi alam khas pegunungan yang sedikit mendaki, namun sepanjang melakukan kegiatan hiking, Anda akan merasakan udara segar yang masih sangat alami. Selain itu, danau ini pun juga sangat potensial digunakan untuk melaksanakan berbagai acara outdoor, sehingga Anda dan teman-teman Anda dapat melaksanakan acara tersebut di sekitar danau ini.

baca juga : Gunung Pusuk Buhit

Untuk ketersediaan fasilitas, mungkin danau ini pengelolaannya juga masih sangat minim, meskipun direncanakan ada beberapa proyek pembangunan fasilitas yang akan segera dilaksanakan di sekitar danau ini. Sehingga bagi Anda yang ingin berkunjung ke danau ini, Anda harus membawa perbekalan sendiri karena di sekitar danau ini belum adanya warung yang menyediakan makanan bagi wisatawan. Jalur untuk menuju ke danau ini pun sama halnya seperti menuju ke Danau Sidihoni, dengan jalur yang berkelok-kelok dan kadang kala terdapat jalur yang sedikit mendaki. Selama di perjalanan menuju ke danau ini, Anda pun juga akan melihat ragam panorama perbukitan yang terbentang dengan beberapa tanaman khas dataran tinggi serta kebun-kebun milik warga.

Untuk menuju ke objek wisata ini, jarang sekali terdapat transportasi umum yang melintas, sehingga ada baiknya Anda menggunakan kendaraan pribadi ataupun menggunakan jasa sewa sepeda motor. Bagi Anda yang ingin menggunakan jasa sewa sepeda motor, biasanya pemilik mematok harga Rp. 50.000,- perhari, harga tersebut belum termasuk dengan biaya bensin.