Dampak Covid19 Bagi Pariwisata Indonesia
Berbagai tempat rekreasi,  Jelajah Wisata Indonesia,  Tempat hiburan malam,  Tempat rekreasi terkenal,  Tempat Wisata Indonesia,  Tempat wisata paling bagus

Dampak Covid19 Bagi Pariwisata Indonesia

Dampak Covid19 Bagi Pariwisata Indonesia – PERUSAHAAN perjalanan wisata Jawa Barat mulai melakukan efisiensi. Diperkirakan hampir 50 persen perusahaan telah meliburkan karyawannya hingga akhir bulan ini. Langkah itu diambil untuk menghindari gelombang PHK yang berpotensi terjadi karena anjloknya permintaan perjalanan wisata sebagai dampak dari pandemi virus Corona atai Covid-19.

kota tua

Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (Asita) Jabar, Budijanto Ardiansjah mengatakan, sejak mewabahnya virus Corona pada awal tahun memang sudah terjadi penurunan aktivitas perjalanan wisata. Tren penurunan terus berlangsung seiring semakin bertambahnya kasus yang ditemukan dan jumlah negara yang melaporkan.

“Sekarang sudah mau zero. Sudah tidak ada kegiatan karena tidak dibolehkan. Indonesia memang tidak lock down hanya berbagai kegiatan massal dihentikan sementara dan semua objek wisata ditutup. Sehingga banyak pembatalan yang dilakukan,” terang dia di Bandung, Rabu (18/3/2020).

Baca Juga : Kampung Wisata Adat Jawa Barat

Praktis dengan kondisi tersebut, pengusaha pun melakukan efisiensi. Langkah itu diambil agar usahanya tetap dapat bertahan ditengah kondisi yang terjadi sekaligus menghindari terjadinya gelombang PHK seperti yang dikhawatirkan pemerintah.

dufan

“Hari kerja dikurangi menjadi lima hari, ada juga yang bergantian masuknya, tapi ada juga yang mulai minggu ini meliburkan total karyawannya sampai akhir bulan ini. Mungkin mencapai 50 persen perusahaan yang melakukan tapi masih kami data,” ujarnya seperti ditulis wartawan “PR”, Yulistyne Kasumaningrum.

Selama diliburkan, Budijanto mengatakan, para pengusaha tetap berupaya memberikan hak karyawan berupa gaji pokok. Namun, ada beberapa yang melakukan pemotongan secara proporsional berdasarkan kehadiran yang rata-rata maksimal potongan 25 persen dari gaji pokok.

Baca Juga : Mata Rantai Penyebaran HIV di Tasikmalaya

Keputusan tersebut, diakui Budijanto cukup berat untuk diambil. Apalagi langkah efisiensi tersebut tidak bisa terlalu lama dilakukan tergantung dari masing-masing kemampuan perusahaan. Akan tetapi, beberapa anggota menyebutkan, hanya dapat bertahan sampai enam bulan mendatang apabila tidak juga ada perubahan sebelum akhirnya gulung tikar.

ragunan

“Makanya kami sangat mengharapkan peranan pemerintah karena yang terkena dampak Corona ini tidak hanya hotel, restoran, manufaktur, tetapi juga kami perusahaan perjalanan wisata. Harapannya bisa meringankan dari sisi pajak, dengan penghapusan ppn dan pph, serta relaksasi dari perbankan karena yang menggunakan dana bank otomatis akan kesulitan memenuhi kewajibannya karena bisnis tidak berjalan,” ungkapnya.