Berbagai tempat rekreasi,  Jelajah Wisata Indonesia,  Keliling Indonesia,  Tempat rekreasi terkenal,  Tempat Wisata Indonesia,  Tempat wisata paling bagus

Bukit Kasih

Bukit Kasih

Indonesia adalah salah satu negara yang sangat kaya akan potensi wisata. Sebagian sudah terkelola dengan baik, namun sebagian besar lagi juga belum terkelola, bahkan masih terabaikan. Apalagi di luar Jawa, potensi wisata sangat besar, namun karena aksesnya yang kurang maksimal, potensi wisata di luar Jawa masih sebagian yang tergarap dengan kurang baik. Wisata kini menjadi hal yang sudah dianggap cukup penting. Dengan pergi wisata dengan orang yang terkasih, maka kita akan meraih kebahagiaan batin yang akan memengaruhi kesenangan kita di hari hari yang akan datang. Selain pergi ke cafe atau tempat hiburan modern, kita bisa mengunjungi wisata alam yang tentu akan lebih menyegarkan mata. Bukit Kasih adalah salah satu potensi wisata yang ada di Minahasa, Sulawesi Utara.

baca juga : Arung Jeram Sawangan

Bukit Kasih merupakan salah satu objek wisata di Sulawesi Utara. Terletak di 50 km sebelah selatan Manado, tepatnya berada di desa Kanonang, Kabupaten Minahasa.

Bukit kasih adalah bukit belerang yang masih aktif dan memiliki atmosfir yang dingin. Dibangun pada tahun 2002 sebagai pusat spiritual di mana para penganut agama dari berbagai agama dapat berkumpul, bermeditasi dan beribadah berdampingan di bukit tropis yang rimbun dan berkabut. Pemandangan di sekitar bukit kasih masih sangat asri dan hijau.

Bukit ini disebut Bukit Kasih karena di situlah orang-orang dari berbagai agama dapat berkumpul dan berdoa sesuai dengan kepercayaan agama mereka sendiri dalam harmoni dan damai. Selain itu, Bukit kasih merupakan simbol perdamaian dan kerukunan antar umat beragama.  Ada lima rumah ibadah di sini : Sebuah gereja Katolik, gereja Kristen, sebuah vihara, sebuah masjid dan kuil Hindu yang dibangun di puncak kedua.

baca juga : Air Terjun Kima Atas

Di pintu masuk Bukit Kasih terdapat sebuah tugu toleransi setinggi 22 meter. Di dalam tugu tersebut terdapat kutipan simbol dan kutipan dari masing-masing agama. Tugu ini juga merupakan monumen untuk mengingatkan akan toleransi dalam kehidupan beragama.

Pada puncak pertama terdapat salib putih setinggi 53 meter yang bisa dilihat bahkan dari pantai Boulevard di Manado. Selain itu, tempat ini diyakini sebagai tempat asalnya asal suku nenek moyang Minahasa, Toar dan Lumimuut. Wajah mereka diukir di lereng bukit di bawah puncak kedua. Waja tersebut diukir dengan maksud agar masyarakat Minahasa tidak lupa akan nenek moyang mereka.

Untuk mencapai Bukit, pengujung harus menaiki anak tangga yang cukup panjang. Di beberapa titik jalur anak tangga terdapat kolam belerang di sisi kiri dan kanan.  Setibanya di puncak, pengunjung dapat dengan leluasa menyaksikan pemandangan yang luar biasa. Kemudian, pengunjung dapat melihat lebih dekat keberadaan kelima rumah ibadah di puncak ini. Di salah satu tempat ibadah tersebut, Anda bisa menyempatkan diri untuk beribadah ata berdoa sesuai dengan kepercayaan Anda.