Uncategorized

Bendungan Ngusri

Bendungan Ngusri

Gemericik air terdengar saat pertama kali kami menjejakkan kaki di kawasan Bendungan Ngusri ini. Di setiap perjalanan kami disuguhi dengan pemandangan yang begitu asri dan sejuk. di kanan dan kiri jalan ada sawah-sawah dan pohon yang tinggi sehingga menambah kesarian wisata tersebut. Sebelum memasuki kawasan wisata bendungan, pengunjung harus melapor terlebih dahulu kepada seorang satpam di pos keamanan. Ya, Pak Sumaji namanya. Beliau meminta kami untuk mencatat nama, tempat tinggal, dan tujuan ketempat tersebut, baru kemudian pengunjung diperbolehkan melanjutkan perjalanan. Dari Bapak tersebut, kami memperoleh banyak informasi mengenai Bendungan Ngusri ini.

Bendungan Ngusri dibangun pada tahun 1990. Bendungan ini terletak di Desa Gadungan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar. Tepatnya di lereng Gunung Kelud bagian selatan. Bendungan ini masuk wilayah perkebunan PT. Blitar Putra, yang mengelola kebun kopi, tebu, dan sengon. Perkebunan ini luasnya sekitar 250 hektar Luas bendungan sekitar dua hektar. Bendungan itu dikelilingi oleh pegunungan, yang terletak di sebelah utara, barat, dan timurnya. Pegunungan itu bernama Gunung Gajah Mungkur. Karena menurut cerita, bentuk pegunungan itu seperti tubuh gajah bagian belakang. Lereng gunung tersebut masih berupa hutan yang sangat lebat, bahkan banyak cerita yang mengatakan bahwa tempat tersebut masih banyak hewan buas, seperti harimau, ular dan sebagainya Air bendungan itu berasal dari Sungai Njari, yang hulunya berasal dari lereng Gunung Gajah mungkur. Airnya sangat jernih dan belum tercemar, sehingga sangat cocok untuk kolam renang. Dalam bendungan tersebut hidup beberapa jenis ikan, misalnya ikan mujair, tombro, dan ikan-ikan kecil lainnya, sehingga tempat tersebut cocok untuk  memancing.

baca juga : Hutan Pinus Gogoniti

Menurut Bapak Sumaji, bendungan itu dibangun dengan tujuan untuk mencegah terjadinya erosi, dan tanah longsor.  Karena sebelum bendungan itu dibangun, pernah terjadi tanah longsor yang sangat hebat. Bencana alam itu menimbulkan korban jiwa, banyak rumah penduduk yang roboh,serta .tanaman yang rusak. Selain untuk mencegah erosi dan longsor, bendungan itu juga digunakan sebagai saluran irigasi. Air yang mengalir digunakan untuk mengairi sawah, dan kolam penduduk sekitar.

Melihat keadaan lingkungan bendungan di Ngusri, tempat tersebut, sangat potensial untuk dikembangkan. Pengembangan tersebut dapat berupa penambahan dan perbaikan fasilitas yang ada. Dengan adanya penambahan dan perbaikan lokasi wisata tersebut diharapkan  bendungan Ngusri banyak dikunjungi wisatawan. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh salah satu penduduk yang tinggal di daerah tersebut Pengembangan yang berupa perbaikan fasilitas, misalnya perbaikan aset jalan disekitar bendungan. Karena jalan tersebut masih makadam. Bahkan ada yang berupa tanah liat dan berdebu. Sehingga kalau dilewati motor, debu akan berterbangan. Apalagi kalau musim kemarau. Sedangkan pada musim hujan, jalan berlumpur, yang sangat membahayakan bagi pemakainya, karena disebelah selatan bendungan tersebut jalannya menurun. Penambahan fasilitas pada bendungan Ngusri dapat dilakukan dengan pembangunan kolam renang, taman bermain anak-anak, arena jelajah pramuka, arena outbond. Selain itu dapat juga dibuat arena flying fox yang melintasi atas bendungan.

baca juga : Taman Ayu Gogoniti

Pembangunan kolam renang dapat dibuat di bagian selatan tanggul. Di situ ada area kosong yang sangat cocok untuk kolam renang. Air yang mengalir dapat disalurkan ke bak kolam. Selain kolam renang, tempat tersebut dapat juga dibangun taman bermain untuk anak-anak. Karena di sekitar bendungan tersebut berupa  hutan dan kebun kopi, maka tempat tersebut juga cocok untuk lokasi jelajah pramuka, road race, dan sepeda santai.  Jalan yang berliku, naik turun menambah asyik untuk kegiatan tersebut.

Selain untuk pariwisata, tempat tersebut dapat digunakan untuk pengembangan bidang peternakan. Jenis hewan ternak yang dapat dikembangkan adalah ikan, kambing, sapi, dan lebah. Ikan dapat dibudidayakan dalam bentuk keramba. Karena tempat tersebut banyak tumbuh rumput dan pohon yang cocok digunakan untuk pakan ternak, maka tempat tersebut dapat dikembangkan peternakan sapi dan kambing. Sedangkan untuk kebun kopi, cocok dikembangkan peternakan lebah. Dengan adanya pengembangan tersebut, diharapkan dapat menambah pendapatan penduduk sekitar, sehingga dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat.