Uncategorized

Arca Ganesha Boro

Arca Ganesha Boro

Arca Ganesha Boro, terletak di Dusun Boro, Desa Tuliskriyo Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Arca Ganesha Boro merupakan peninggalan Kerajaan Singosari. Arca ganesha Boro hanya terletak beberapa meter saja dari jalan raya yang menghubungkan Blitar – Tulungagung – Lodoyo dan daerah wisata lainnya di Kabupaten Blitar. Arca Ganesha Boro ini sangat unik, Arca Ganesha ini memiliki dua sisi dengan pahatan yang berbeda. Pada bagian depan tampak seperti arca Ganesha kebanyakan, dengan kepala gajah dan perut buncitnya yang mudah dikenali. Namun, pada sisi belakang terpahatkan Batara Kala, yang bersosok raksasa menyeramkan dengan mata yang melotot dan posisi tangan mengancam.

Arca Ganesha Boro memiliki tinggi sekitar 1,5 meter ini memakai banyak atribut. Uniknya arca Ganesha ini memakai pakaian bermotif batik, pertanda bahwa batik telah dikenal sejak zaman dahulu. Motif batik seperti ini juga bisa kita temui di Candi Plaosan dan Candi Ngempon. Sayangnya, beberapa bagian arca telah rusak. Masyarakat sekitar menyebutkan bahwa Arca Ganesha berasal dari Situs Jimbe yang terletak tak jauh dari Dusun Boro. Situs Jimbe merupakan situs peninggalan Kerajaan Singosari dan secara tidak langsung, Arca Ganesha Boro ini juga merupakan peninggalan Kerajaan Singosari.

baca juga : Arca Warak

Arca Ganesha Boro duduk diatas lapik arca (tempat dudukan arca) yang bermotifkan tengkorak. Pada salah satu sisi lapik arca ini terpahatkan prasasti yang berbunyi hana gana hana bumi. Jika ditulis menjadi 1611 dan dibaca 1161 Saka atau 1239 Masehi. Berarti, Arca Ganesha Boro didirakan berselang 17 tahun semenjak Kerajaan Singosari berdiri pada tahun 1222 Masehi, tahun dimana Kerajaan Kediri runtuh.

Saat rentetan peristiwa tragedi 1965 terjadi. Hal – hal yang dianggap berhalapun dihancurkan. Arca Ganesha Boropun tak luput dari pengrusakan. Terbukti bahwa gading Ganesha yang patah dan beberapa bagian arca yang rusak. Hal ini disebut ikonoklastik yang berarti penghancuran ikon – ikon kebudayaan. Padahal, ketika Jepang mulai menjajah Indonesia, Arca Ganesha Boro ditimbun oleh Belanda agar tidak dirusak oleh Jepang. Namun, tentara Jepang malah membongkar timbunan tanah yang menutupi arca dan menjadikannya tempat berdoa sesuai ajaran agama mereka dan tidak merusaknya.

baca juga : Agrowisata Belimbing Karangsari

Dulu, dikanan – kiri Arca Ganesha Boro terdapat arca kecil dan kalamakara. Sekitar tahun 1970 – 1980’an, arca kecil ini hilang dicuri orang. Pada tahun 2000’an arca kalamakara (yang oleh penduduk sekitar disebut anaknya Ganesha karena berbentuk Batara Kala yang terpahatkan di belakang Arca Ganesha Boro) inipun hilang dicuri. Pencuri ini diperkirakan dua orang. Seorang diantaranya datang menyamar sedang bersemedi di depan Arca Ganesha setelah sebelumnya meminta izin kepada juru pelihara arca.

Saat tengah malam, seorang pencuri lainnya datang membawa gerobak dan mengangkat arca kalamakara. Anehnya, walaupun Arca Ganesha Boro berada di antara pemukiman padat penduduk, tak ada satupun warga sekitar yang menyadarinya. Saat fajar menyising, baru tahulah warga sekitar bahwa arca kalamakara yang tak ternilai harganya itu telah raib.