Uncategorized

Air Terjun Kedang Ipil

Air Terjun Kedang Ipil

Selain menyimpan keunikan budaya adat lawasnya, desa Kedang Ipil Kutai Kartanegara juga mempunyai potensi objek wisata air terjun Kandua Raya. Air terjun ini lebih populer disebut dengan nama air terjun Kedang Ipil, sesuai nama desa lokasi air terjun.

Fasilitas Air Terjun Kedang Ipil

Fasilitas di objek wisata air Terjun Kedang Ipil ada pos penitipan barang dan juga penyewaan ban/pelampung, beserta peralatan wisata tubing.

Selain itu juga ada warung. Jadi tak usah khawatir kalau perut udah mulai merasa lapar atau hanya sekedar membeli air minum. Walau ada di lokasi wisata, warung di lokasi ini menjual barang dengan harga normal. Aktivitas menarik di air terjun kedang ipil

Air Terjun Bertingkat

Air terjun Kandua Raya memiliki 3 tingkat dengan ketinggian mencapai 5 meter dan lebar lebih kurang 20 meter. Pada setiap tingkatan batu yang tidak tinggi itu, setiap aliran air dibatasi dengan kolam – kolam batu. Pada kolam inilah pengunjung bisa menggunakannya sebagai tempat berenang.

Kolam besar yang terletak di bagian bawah air terjun tersebut, oleh warga sekitar kolam tersebut diberi nama Kolam Pemandian Puteri Selimbur Buyeh. Kolam tersebut tidak terlalu dalam sehingga kita dapat berenang di tengah kolam tersebut.

Air terjun ini tidaklah tinggi. Bahkan jika musim hujan atau jika air pasang bisa jadi tempat arung jeram juga. Lintasan arung jeram yang terbentuk bisa sejauh kurang lebih 10 Km. Di sekitar air terjun terhampar hutan yang masih alami dan mendukung keindahan panorama air terjun Kandua Raya.

baca juga : Situ Sedong

Batu Datar

Satu yang unik dari air terjun kedang ipil di Kalimantan Timur adalah keberadaan batu datar di tepi sungai. Bau datar ini merupakan bagian utuh dari batu dasar sungai. Dan bahkan juga erupakan bagian utuh dari batu yang membentuk air terjun dan kolam di bawahnya.

Batu datar ini sangat landai, seperti landasan yang sengaja disiapkan oleh alam. Disiapkan untuk menjadi tempat bersantai menikmati keindahan air terjun. Dengan adanya batu ini pengunjung anak-anak pun bisa ikut menikmati air terjun tanpa khawatir resiko terpeleset ataupun resiko bahaya air.

Dari batu datar ini pengunjung yang cukup bernyali biasa Melakukan lompatan-lompatan ke dalam air kolam Puteri Selimbur. Sedangkan bagi pengunjung yang hanya ingin bersantai, menggunakan batu datar ini sebagai pos pengamatan.

Bahkan beberapa pengunjung yang membawa bekal makanan, tampak menikmati bekal mereka dengan duduk-duduk di atas batu ini. Tidak kurang juga banyaknya pengunjung yang menggunakan batu ini untuk tempat mengambil foto

baca juga : Pantai Kukup

Adat Istiadat

Desa Kedang Ipil memiliki tiga rumah ibadat. Meski mereka memiliki tiga rumah ibadah dan berbeda kepercayaan, mereka tetap satu dalam adat dan budaya. Mereka disatukan dalam satu rumpun suku yakni KutaiAdatLawas.

Bagi mereka perbedaan justru mempersatukan dan mengikat tali persaudaraan mereka semakin erat. Mereka disatukan oleh ritual-ritual adat. Mulai dari ritual awal kehidupan manusia sampai pada ritual kematian seorang manusia dari muka bumi.

Sebagai bentuk pelestarian adat dan budaya Kutai, setiap tahun diadakan upacara adat khas Kutai untuk merayakan ulang tahun desa Kadang Ipil dan upacara adat nutuk baham. Nutuk Beham ialah merupakan acara adat dalam rangka merayakan keberhasilan panen, Nutuk Beham di laksanakan 1 kali dalam setahun, yakni saat panen muda.

Dalam acara ini warga bergotong royong untuk melaksanakan seluruh rangkaian acara. Mulai dari proses pembuatan tikar dari pandan hutan sampai merontokkan padi. Tikar dipergunakan sebagai alas untuk menumbuk baham. Lesung untuk menumbuk baham. Merek ajuga bekerja sama memotong padi ketan muda untuk baham.

Padi ketan muda untuk baham di rendam minimal 1 malam, diangkat lalu ditiriskan, kemudaian di sangrai. Lalu didinginkan kemudian, di haluskan dengan cara di tumbuk menggunakan alu dan lesung sebanyak 2 tahap. Berikutnya akan di buat menjadi kue ketan  wajik, yang dalam bahasa lokasl disebut bongkal baham .

Kue ketan akan di bacakan doa terlebih dahulu, sebelum disantap bersama oleh semua warga yang hadir dalam acara tersebut.

Beberapa acara menarik akan disuguhkan kepada pengunjung diantaranya tepong tawar, tari pupur, tari ngasak padi, tari jepen, behempas, dan proses yang luar biasa yaitu Nutuk Beham. Nutuk Beham dilakukan gotong royong tidak berhenti 24 jam selama 3 hari 3 malam. Seluruh warga adat berpartisipasi bergilir melakukan tugas adat itu.

Keunikan yang ada pada proses nutuk beham adalah menggunakan lesung yang dibuat dari batang pohon cempedak. Lesung ini diatur sedemikian rupa di atas panggung. Warga secara bergantian dan berkelompok mulai menumbuk atau menutuk beham. Pada saat alu ditumbukkan, lesung mengeluarkan bunyi khas dan berirama sesuai kekuatan yang menumbukkan alu pada lesung.