Berbagai tempat rekreasi,  Jelajah Wisata Indonesia,  Keliling Indonesia,  Tempat rekreasi terkenal,  Tempat Wisata Indonesia,  Tempat wisata paling bagus,  Wisata Keliling Indonesia,  Wisata Nusantara

Goa Lawa Purbalingga

Goa Lawa Purbalingga

Goa Lawa Purbalingga atau yang biasa yang disingkat dengan GOLAGA ini memiliki arti Goa Kelelawar. Panjang dari Goa ini 1,5 kilometer dan merupakan goa hasil endapan aliran lava dan batu gamping. Aliran ini membeku di bawah permukaan tanah.

Jika pada umumnya goa-goa yang berada di wilayah Indonesia terbuat dari batuan kapur, maka tidak dengan goa ini. Goa Lawa masuk ke dalam goa vulkanik yang terbentuk dari lava pegunungan.

baca juga : Pura Uluwatu

Diketahui bahwa lava ini meleleh dan akhirnya melalui proses pendinginan dan akhirnya mengeras menjadi batuan kuat. Lama yang dibutuhkan  untuk pembekuan batuan itu pun tidaklah sebentar melainkan berlangsung beribu hingga berjuta-juta tahun lamanya.

Dalam proses pembentukan Gua Lawa, lava keluar dari Gunung Slamet purba. Pusat kawahnya bukanlah kawah yang ada saat sekarang. Lava yang keluar dari kawah menuruni lembah membentuk sungai.

Patung kelelawar raksasa menjadi ikon wisata Golaga Purbalingga. Dinas Pariwisata setempat juga menghadirkan tampilan baru dengan atraksi warna warni lampu di dalam goa. Jumlah pengunjung Golaga terus meningkat seiring dengan perbaikan dan promosi yang dilakukan pihak pegelola.

Fasilitas Goa Lawa

Ketika berkunjung ke goa lawa purbalingga, pengunjung akan mendapati berbagai fasilitas yang mendukung kunjungan wisata mereka.

Adapun berbagai fasilitas yang sudah tersedia disana adalah tempat parkir yang luas, tempat bersantai yang sudah tersedia, dan taman yang disediakan untuk berfoto. Juga tersedia Mushola untuk beribadah, dan juga lapangan yang luas dan panggung gembira untuk pertunjukan kesenian.

Menyusuri Gowa Lawa

Daya tarik utama yang ditawarkan tempat wisata ini adalah goa alam. Goa ini terbentuk dari pendinginan lava yang mengeras dan menguat, karena proses bertahun – tahun. Lava yang telah mengeras tersebut menghitam dan membentuk stalagtit dan stalagmit.

baca juga : Pantai Seminyak

Gua Lawa, sejauh ini diidentikkan dengan gua kelelawar, –lawa berarti kelelawar dalam bahasa Banyumas– karena di dalamnya memang ada kelelawarnya. Sedangkan di dinding gua juga ada batu yang mirip dengan dada kelelawar.

Sejak 1979, Gua Lawa dikembangkan menjadi destinasi wisata oleh Pemkab Purbalingga dengan tetap mempertahankan kondisi aslinya, hanya menambahkan asesoris seperti lightning untuk menguatkan kesan gua yang terbentuk dari lelehan lava.

Goa ini begitu unik, dimana di Indonesia hanya terdapat di Purbalingga dan Bali. Luas Goa Lawa yaitu 6.683 meter persegi, sementara panjangnya mencapai 1.200 meter. Ini semua terbentuk oleh alam, tidak ada campur tangan dari manusia.

Pengunjung dapat melakukan caving di Goa Lawa. Caving atau susur goa ini dilakukan sejauh 500 meter dengan waktu tempuh 2 jam. Pengunjung akan dibawa berpetualang di berbagai lorong goa. Mulai dari lorong lebar, lorong sempit, hingga super sempit.

Legenda Goa Lawa

Masyarakat setempat percaya pada legenda tentang Goa Lawa. Konon dahulu kala ketika Agama Islam sedang berkempang pada jaman kerajaan Majapahit, terdapat dua penyebar agama Islam bernama Ahmad dan Mohammad yang dikejar kejar oleh Ki Sutaraga, Senopati Majapahit.

Ahmad dan Mohammad bersembunyi di dalam Goa Lawa. Setelah berhari-hari bersembunyi, kedua nya keluar goa dan bertemu dengan Ki Sutaraga. Ki Sutaraga yang sebelumnya belum pernah bertemu dengan Ahmad dan Mohammad tertipu oleh mereka karena dibodohi bahwa Ahmad dan Mohammad sudah mati di makan harimau. Begitulah legenda Golaga yang menyelamatkan hidup penyiar agama Islam, Ahmad dan Mohammad.

Camping Di Golaga

Golaga menyediakan area camping, di atas rerumputan dan di bawah rindangnya pohon pinus. Area camping dapat mengakomodasi pengunjung dalam jumlah kecil maupun besar. Nantinya, pengelola akan menyiapkan spot camping sesuai dengan jumlah pengunjung.

Di sini, pengunjung dapat mengikuti acara yang telah disiapkan oleh pengelola. Namun, jika memiliki acara sendiri, pengunjung juga dapat mengatur acaranya. Sementara untuk fasilitas seperti makan dan dokumentasi tetap menggunakan jasa paket Golaga.